Thariqat bagi sebagian kalangan di anggap sebagai jalan untuk mencapai ma’rifatullah, sedangkan sebagian yang lain merupakan jalan sesat yang tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW.
Ada beberapa alas an yang di kemukakan oleh para penentang thariqat di antaranya ;
1. Tidak ada tuntunan dari Rasulullah SAW untuk berthariqat
2. Dzikir yang di ajarkan dalam thariqat tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW misalnya dzikir huwa atau hu
3. Terdapat ritual yang bertentangan dengan ajaran islam misalnya berdzikir sambil menari
4. Adanya paham wahdatul wujud ( bersatunya Tuhan dengan manusia ) yang di anggap sangat mustahil dan menyesatkan.
5. Adanya taqlid buta terhadap mursyid sehingga ada kalanya menjalankan perintah yang bertentangan dengan Sunnah
6. Lebih mementingkan dzikir dari pada aktifitas sosial
7. Lebih mementingkan ajaran dari mursyid dari pada mengkaji Al Qur’an dan AL Hadits.
Sedangkan para pelaku thariqat beranggapan bahwa hanya thariqat yang mampu mengantarkan manusia mencapai kemuliaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini tentu bersandarkan kepada wejangan mursyid yang di anggap bisa menyelamatkan dengan syafaat yang di milikinya kelak di akhirat. Apakah salah ?
Dalam menyikapi thariqat sebenarnya mudah. Ada panduan bagi umat islam untuk menilai apakah sebuah ajaran itu sesat atau tidak. Tentu saja terlebih dulu harus membuang sikap suudzon karena hal itu akan menggiring kepada subyektiftas yang tidak akan menyelesaikan masalah. Semuanya merujuk kepada Al Qur’an dan As Sunnah tapi dengan pemahaman yang tidak di paksakan untuk menuduh sebuah ajaran itu sesat atau tidak.
Saat ini ada lebih dari 48 aliran thariqat di Indonesia. Untuk mengetahui apakah ajaran mereka sesat atau tidak, bisa kirim email ke rososejati@gmail.com
April 18, 2009 at 5:20 am
….. TAREQAT ITU SESAT ATAU TIDAK ???…..
Tareqat itu ertinya jalan. Ibaratnya kita tersesat dalam hutan belantara, kalo sudah jumpa jalannya, tahulah kita mencari jalan keluar. Kalo kita sudah bisa keluar, mana mungkin jalan yang kita lalui itu dikatakan jalan sesat….
Yang sesat itu orang yang nampak akan rumahnya, tetapi tidak tahu jalan menuju kerumah itu. Ibarat Musa diperintahkan Allah mencari Itu seorang Hamba Allah yang Beriman dipertemuan dua laut. Pasal Musa tidak tahu itu jalannya itu Hamba, maka terputuslah perguruannya Musa dengan itu Hamba sebelum cukup edahnya……
Kalo Musa mencari itu Hamba dipertemuan 2 lautan,
Kalo kamu pula dimana kamu mencari itu Hamba…???
Kalo kamu sudah ketemu sama itu Hamba, akan dibimbingnya kamu mula berjalan. “Engkau berjalan, aku pun berjalan, tetapi berlainan haluan dan perjalanan . Engkau berjalan pada kenyataan, sedangkan aku berjalan disebalik kenyataan. Jalan-mu jalan bengkang bengkok, sedangkan jalan-ku – Ihdinassirotalmustaqim – Jalan Lurus, “TIDAK SESAT”, Tidak DiMurkai-Nya”…..
…..Wallahulam…..
(Tareqat Tidak Bernama SiSepuluh – Jakarta)
…..Peace/Salam/Damai…..
AB Husin yang di rahmati Allah. Terkadang kita terbuai dengan berbagai ulasan yang bermuatan logis atau filosofis, seolah – olah seorang yang sufi harus berpikiran di luar paradigma umum. Padahal itulah yang membuat para sufi terjebak dalam nafsu yang di balut oleh nalar. Rasulullah yang menjadi manusia paling agung tidak pernah berpikir filosofis yang membawa ajaran yang dibawanya menjadi gampang di permainkan. kalau ingin menjadi pengikut Sufi Paling Agung yakni Rasulullah SAW, buanglah filsafat, dan terimalah apa yang di ajarkan Rasulullah dengan iman dan keikhlasan. Anda tidak akan tersesat.
Mei 22, 2009 at 4:22 am
Asssalamu’alaikum…mohon informasi tentang thariqah naqsyabandi al-Haqqani, syukron Jaziila..