Thariqat bagi sebagian kalangan di anggap sebagai jalan untuk mencapai ma’rifatullah, sedangkan sebagian yang lain merupakan jalan sesat yang tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW.

Ada beberapa alas an yang di kemukakan oleh para penentang thariqat di antaranya ;

1.  Tidak ada tuntunan dari Rasulullah SAW untuk berthariqat

2.  Dzikir yang di ajarkan dalam thariqat tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW misalnya dzikir huwa atau hu

3.  Terdapat ritual yang bertentangan dengan ajaran islam misalnya berdzikir sambil menari

4.  Adanya paham wahdatul wujud ( bersatunya Tuhan dengan manusia ) yang di anggap sangat mustahil dan menyesatkan.

5.  Adanya taqlid buta terhadap mursyid sehingga ada kalanya menjalankan perintah yang bertentangan dengan Sunnah

6.  Lebih mementingkan dzikir dari pada aktifitas sosial

7.  Lebih mementingkan ajaran dari mursyid dari pada mengkaji Al Qur’an dan AL Hadits.

 

Sedangkan para pelaku thariqat beranggapan bahwa hanya thariqat yang mampu mengantarkan manusia mencapai kemuliaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini tentu bersandarkan kepada wejangan mursyid yang di anggap bisa menyelamatkan dengan syafaat yang di milikinya kelak di akhirat. Apakah salah ?

 

Dalam menyikapi thariqat sebenarnya mudah. Ada panduan bagi umat islam untuk menilai apakah sebuah ajaran itu sesat atau tidak. Tentu saja terlebih dulu harus membuang sikap suudzon karena hal itu akan menggiring kepada subyektiftas yang tidak akan menyelesaikan masalah. Semuanya merujuk kepada Al Qur’an dan As Sunnah tapi dengan pemahaman yang tidak di paksakan untuk menuduh sebuah ajaran itu sesat atau tidak.

Saat ini ada lebih dari 48 aliran thariqat di Indonesia. Untuk mengetahui apakah ajaran mereka sesat atau tidak,  bisa kirim email ke rososejati@gmail.com