ASTHA BRATA
THARIQAT AL MAHMUDIYYAH
- Berbaik sangka kepada Allah dengan apa yang terjadi dalam hidup dan kehidupannya dan berbaik sangka kepada sesama manusia dengan apa yang diperbuat oleh mereka semua.
- Sabar dan meneguhkan kesabaran dalam ketaatan untuk melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sabar dan meneguhkan kesabaran dalam menerima dan menjalani semua ujian yang berupa nikmat ataupun musibah dari-Nya.
- Ikhlas dalam menjalani ibadah dan melakukan amaliah serta ridha dengan pilihan Allah yang diperuntukkan bagi dirinya, baik yang bersifat dhohir maupun bathin yang berhubungan dengan jasmani dan ruhani.
- Jujur dalam hati, benar dalam perkataan dan lurus dalam perbuatan serta tawakal menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah semua urusan dengan yaqin yang penuh ketaqwaan.
- Qona’ah terhadap pemberian Allah yang diberikan kepadanya dan selalu bersyukur terhadap semua pemberian yang dilimpahkan Allah kepadanya.
- Inabah selalu kembali kepada Allah dalam keadaan suka maupun duka dan selalu membersihkan diri dari kotoran yang menutupi hati, dosa yang diucapkan oleh lisan dan maksiyat yang dilakukan oleh anggota badan, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
- Zuhud menetapkan satu tujuan dalam hidup dan wira’i berhati-hati mengerjakan ibadah dan melakukan amaliah dalam kehidupan serta istiqamah teguh pendirian dan lurus di atas keduanya.
- Muhasabah selalu mengoreksi diri atas segala perbuatan yang dilakukan setiap hari, mujahadah berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan dan menghancurkan akhlak yang tercela dan menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji serta muraqabah mengamati diri dengan segenap kemampuan agar selalu selaras cipta, rasa, karsa dan karyanya dengan kehendak Allah Ta’alla.
Inilah Astha Brata yang harus diketahui, dimengerti, difahami dan diamalkan seorang ikhwan yang telah mengikatkan diri dalam thariqat ini, agar tercapai kebahagiaan dan kemuliaan hidup di dunia dan akherat.