“Ketuklah pintu saudaramu dan ajaklah menuju jalan yang terpuji, bersama-sama meraih ampunan, rahmat dan keridhaanNya dalam dunia sampai akherat.”
Ada 3 DHARMA yang harus dilaksanakan oleh setiap jama’ah thariqat Al Mahmudiyyah :
1. Ketuklah pintu saudaramu
Bagi setiap jama’ah yang telah terikat dalam thariqat ini dianjurkan untuk dengan aktif memperkenalkan, menyampaikan dan mendakwahkan KALIMAT ALLAH YANG AGUNG DAN SABDA RASULALLAH YANG MULIA kepada siapa saja, baik keluarga, saudara, teman maupun orang lain melalui wadah thariqat ini dengan damai dan kasih yang berlimpah.
2. Dan ajaklah menuju jalan yang terpuji
Dan dianjurkan untuk mengajak mereka semua untuk menuju jalan yang terpuji dalam KALIMAT ALLAH YANG AGUNG DAN SABDA RASULALLAH YANG MULIA melalui wadah thariqat ini dengan kata hikmah yang bijaksana.
3. Bersama-sama meraih ampunan, rahmat dan keridhaanNya dalam dunia sampai akherat
Serta dianjurkan pula untuk selalu mengarahkan, mengajak, membimbing, menuntun, menggandeng dan menyertai mereka semua dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga agar tetap dalam naungan KALIMAT ALLAH YANG AGUNG DAN SABDA RASULALLAH YANG MULIA guna bersama-sama meraih ampunan, rahmat dan keridhaanNya dalam dunia sampai akherat melalui wadah thariqat ini dengan perbuatan yang mulia.
Mengapa harus melakukan demikian ?
Rasulallah Saw bersabda : “Sampaikanlah apa yang datang daripadaku walau satu ayat.” Al Hadits
Artinya kalau dikaitkan dalam hubungan tersebut di atas, setelah seorang terikat dalam thariqat ini dan mendapatkan limpahan petunjuk menuju jalan keselamatan dari guru panuntunnya, sudah sepantasnya dan seharusnya kalau menyampaikan dan mengajak yang belum mendapatkan limpahan petunjuk untuk diajak menuju jalan keselamatan, sebagai wujud taat, dharma bakti dan rasa syukur (terima kasih) kepada Allah Ta’alla, RasulNya dan guru panuntunnya. Karena dia bisa beribadah, bermuamalah, berakhlakul karimah, mencapai jalan keselamatan, memperoleh berbagai mutiara ilmu dan mendapatkan limpahan hikmah dan berkah yang berlimpah, itu tidak lepas dari petunjuk yang disampaikan oleh Rasulallah Saw melalui OLAHAN guru panuntunnya. Maka dari itu sudah semestinya kalau hal itu dilaksanakannya.
Allah Ta’alla berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan ulil amri diantara kalian.” (An Nisaa’ : 59)
Rasulallah Saw bersabda :
“Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : “Kekasihku berwasiat kepadaku bahwa aku harus mendengarkan dan mentaati, sekalipun dia adalah budak hitam yang jari-jarinya putus.”Al Hadits
“Barangsiapa yang taat kepadaku, maka berarti ia taat kepada Allah. Dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka ia bermaksiat kepada Allah. Barangsiapa yang mentaati amirku (ulama’ dan umaro’), maka berarti ia mentaatiku. Dan barangsiapa yang bermaksiat kepada amirku, maka ia berarti bermaksiat kepadaku.”Al Hadits
Dan inilah KEWAJIBAN setiap ikhwan yang telah terikat dalam thariqat sebagai WUJUD THA’AT dan RASA SYUKUR serta DHARMA BAKTI kepada ALLAH TA’ALLA yang telah melimpahkan karuniaNya dan kepada RASUL yang telah memberikan petunjuk melalui sunah-sunahnya serta kepada GURU PANUNTUNNYA yang telah membimbing lewat keberkatan dan kebaikan.