1. Satu jalan
Satu jalan adalah siapapun yang hendak memasuki thariqat ini harus melepaskan thariqat yang pernah diterimanya. Karena tidak mungkin menempuh satu perjalanan yang sama tujuannya namun melewati dua jalan yang berbeda secara bersamaan. Ambillah jalan yang terbaik dan benar untuk diri menuju Kekasih yang maha suci. Thariqat kita adalah yang berlandaskan Kitabullah dan Sunah RasulNya.
2. Satu penuntun
Satu penuntun adalah siapapun yang menempuh thariqat ini harus melepaskan penuntun thariqat yang pernah menuntunnya. Karena tidak mungkin melakukan satu perjalanan yang sama tujuannya namun memakai dua penunjuk jalan yang berbeda secara bersamaan. Carilah penuntun yang sempurna untuk diri menuju Tuhan yang maha tinggi. Penuntun thariqat kita adalah yang menjalankan Kitabullah dan Sunah RasulNya.
3. Satu amalan
Satu amalan adalah siapapun yang menjalani thariqat ini harus melepaskan amalan thariqat yang pernah diamalkannya. Karena tidak mungkin menuju satu tujuan yang sama dengan menggunakan dua kendaraan yang berbeda secara bersamaan. Petiklah satu amalan yang terpuji untuk diri menuju Qodhi rabbul jali. Amalan thariqat kita adalah yang dijelaskan oleh Allah dan RasulNya.
4. Satu aturan
Satu aturan adalah siapapun yang berjalan di dalam thariqat ini harus meninggalkan seluruh aturan thariqat yang pernah dijalankannya. Karena tidak mungkin menuju satu tujuan yang sama dengan memakai dua aturan yang berbeda secara bersamaan. Pakailah satu aturan yang terbaik dan benar untuk diri menuju Allah Ta’alla. Aturan thariqat kita adalah yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya.
Mengapa demikian ?
Rasulallah saw bersabda :
“Tidak layak ada dua kiblat dalam satu bumi.”Al Hadits.
Artinya adalah dalam setiap menuju satu tujuan tidak mungkin mengendarai dua kendaraan, tidak mungkin melewati dua jalan, tidak mungkin memakai dua aturan dan tidak mungkin menggunakan dua penunjuk jalan secara bersamaan dengan satu diri.
- Apakah mungkin menempuh satu tujuan dengan melewati dua jalan yang berbeda secara bersamaan?
- Apakah mungkin menempuh satu tujuan dengan mengendarai dua kendaraan yang berbeda secara bersamaan ?
- Apakah mungkin menempuh satu tujuan dengan memakai dua aturan yang berbeda secara bersamaan ?
- Apakah mungkin menempuh satu tujuan dengan menggunakan dua penunjuk jalan yang berbeda secara bersamaan ?
Syarat sahnya memasuki thariqat ini adalah sebagai berikut :
- Menetapkan dalam hati dan mengucapkan dengan perkataan serta membuktikan dalam perbuatan bahwa hanya jalan thariqat ini saja yang dilaluinya.
- Menetapkan dalam hati dan mengucapkan dengan perkataan serta membuktikan dalam perbuatan bahwa hanya guru panuntun thariqat ini saja yang dijadikan guru dan panuntunnya.
- Menetapkan dalam hati dan mengucapkan dengan perkataan serta membuktikan dalam perbuatan bahwa hanya amalan thariqat ini saja yang diamalkannya.
- Menetapkan dalam hati dan mengucapkan dengan perkataan serta membuktikan dalam perbuatan bahwa hanya aturan thariqat ini saja yang dijalankannya.
Apabila seorang ikhwan telah menerima 4 syarat utama untuk memasuki thariqat ini, maka kewajiban pertama yang harus ditunaikan adalah mengucapkan ikrar bai’at tersebut di bawah ini :
Aku terima syaratnya dan kuikrarkan bai’atku :
Demi Dzat yang diriku berada dalam genggamanNya, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Allah tuhanku, Muhammad nabiku, Islam agamaku, Al Qur’an pedomanku, sunah petunjukku dan Ajar ……………….. guru dan penuntunku. Aku ikatkan diriku dalam thariqat ini dengan perkataan sebagaimana para shahabat rasul Saw berkata :
“SAMI’NA WA ATHO’NA” kami dengar dan kami thaat.
Maka sahlah seorang ikhwan menjadi anggota Ikatan Keluarga Besar Thariqat Al Mahmudiyyah. Mendapatkan hak dan kewajiban serta tanggung jawab yang sama berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada dalam peraturan thariqat ini.