1. Abdi Ngabdi
Abdi siapa dan mengabdi kepada siapa ? sebuah pertanyaan yang sering kali diabaikan atau dipandang sebelah mata oleh sebagian manusia. Padahal dari sinilah keselamatan, kebahagiaan dan kemuliaan hidup dalam kehidupan akan tercapai. Banyak diantara kita yang tidak menyadari, kalau sudah terjebak dalam sebuah tujuan yang tidak jelas dalam hidup karena menjadi abdi dan mengabdi kepada selain kepada tuan yang sebenarnya. Ada diantara kita yang menjadi abdi A, B, C dan seterusnya serta mengabdi kepadanya, APA YANG KITA DAPAT ? pujian, tanda mata, penghargaan, balas jasa, kedudukan? atau yang lain dari itu, mungkin!!! Namun setelah meninggalkan kehidupan dunia ini masihkah dapat menikmati semua yang telah kita dapatkan itu ?
Semua dari kita tentu akan menjawab TIDAAAK!!!!! Maka dari itu marilah kita mengikrarkan diri untuk selamanya menjadi ABDI Allah Ta’alla dan hanya NGABDI kepada-Nya semata, karena disisi-Nya tersedia semua, dari kenikmatan hidup, kebahagiaan hidup dan kemuliaan hidup yang kekal bagi siapa saja yang mau menjadi hamba-hamba-Nya dan hanya mengabdi kepada-Nya. Kepada-Nyalah sesungguhnya kita semua ini harus menjadi abdi dan mengabdi serta disanalah sebenarnya apa yang kita inginkan akan tercapai dengan sempurna, bahkan akan melebihi dari yang telah kita bayangkan dan harapkan selama ini. Hiasilah hidup ini dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta’alla melalui jalan-jalan ibadah sehingga jarak, ruang dan waktu serta situasi dan kondisi tidak lagi menjadi penghalang dan pembatas. Warnailah kehidupan ini dengan selalu mewujudkan keinginan dan tujuan Allah Ta’alla terhadap sesama sehingga terpancar cahaya rahmatan lil alamin.
2. Kanthi manah ingkang suci
Dengan hati yang suci, semua itu akan terwujud dengan sempurna. Sebab di dalam hati yang suci telah terkandung seluruh jiwa yang mulia. Jiwa yang siap untuk menerima setiap limpahan karunia dari Tuhannya. Jiwa yang siap untuk melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan dari Tuhannya dan mampu untuk menebarkan rahmatan lil alamin. Yaitu menebarkan KASIH TERHADAP SESAMA. Jiwa yang suci siap menerima segala situasi dan kondisi yang sesulit apapun dari hidup di kehidupan ini. Jiwa yang menjadikan jasmani dan ruhani, dhohir dan bathin, CIPTA, RASA, KARSA DAN KARYAnya sempurna dan mulia, baik di sisi Tuhannya maupun dihadapan semua makhluk-Nya. Jiwa yang membuat kehidupan akan tertata dan terbangun indah dan damai. Jiwa yang menjadikan hidup sempurna dan mulia. Marilah bersama-sama mulai bangun dan membenahi diri agar terwujud jiwa yang suci supaya siap dan mampu membuat hidup dan kehidupan ini indah, damai, sempurna dan mulia.
3. Adedhasar Al Qur’an lan Sunah Nabi
Semua itu harus menggunakan sebuah landasan yang kuat dan sempurna. Al Qur’an dan Sunah Rasul-Nyalah pilihan satu-satunya dan yang paling tepat untuk melakukan semua itu. Banyak landasan atau aturan yang dibuat oleh manusia untuk merubah dan menciptakan hidup dan kehidupan agar indah, damai, sempurna dan mulia, tapi semuanya menemui jalan buntu bahkan banyak diantaranya tak sedikit yang gagal sampai-sampai ada yang justru tidak membuat lebih baik malah lebih buruk dari yang direncanakan sampai pada titik perselisihan, pertentangan, permusuhan dan peperangan serta penghancuran terhadap sesama. Al Qur’an dan Sunah Rasul-Nya telah teruji dan mampu menciptakan hidup dan kehidupan yang diselimuti oleh kebobrokan, kerusakan, kezhaliman, kebodohan, permusuhan dan kerusakan di segala bidang menjadi lebih baik dan tidak pernah terbayangkan dan terfikirkan oleh kebanyakan manusia. Untuk itu kembali ke sana adalah sebuah jalan yang paling tepat untuk merubah dan menata hidup dan kehidupan, baik untuk diri kita maupun bagi yang lain. Dasar yang kuat dan sempurna akan membuat pelaku dan hasil karyanya akan baik, benar dan sempurna pula. Mari bersama menggunakan sebuah landasan yang kuat dan sempurna ini untuk meraih tujuan dan mewujudkan harapan.
Thariqat Al Mahmudiyyah kita ini adalah salah satu jalan untuk membuka dan menghantarkan diri untuk meraih tujuan tersebut diatas.