1. Ikhwan
Ikhwan adalah seorang muslim yang mengikuti sebagian kegiatan dan menjalankan sebagian aturan yang ada. Seorang ikhwan masih bebas mengikuti beberapa kegiatan lebih dari satu thariqat. Hal ini disebabkan pemikiran dan pemahamannya terhadap perjalanan ruhani belum sempurna. Juga dipicu oleh tujuan-tujuan yang berkaitan dengan kepentingan-kepentingan pribadinya. Sehingga dia belum mampu untuk menentukan mana yang akan dijadikan sebagai guru panuntunnya, mana yang menguntungkan kepentingan dirinya, itulah yang diikuti dan ditaati. Artinya seorang ikhwan bisa dipastikan akan memiliki banyak guru (habib, muallim, gus, abah, mbah, ajengan, kyai, ustadz dll) tetapi belum memiliki satu penuntun (mursyid) pun.
2. Murid
Murid adalah seorang ikhwan yang telah mengikatkan diri dalam thariqat dan berusaha sekuat tenaga untuk selalu mengikuti seluruh kegiatan serta menjalankan semua aturan dalam thariqat. Dia telah meninggalkan halaqoh, melepas amalan, mengganti penuntun dan mencopot aturan sebelumnya, sebab telah menemukan jalan yang sesuai dengan pilihan hatinya. Seorang murid telah mampu untuk menentukan mana yang harus didengar dan ditaati segala perintah dan larangannya. Tidak lagi mengambil thariqat, amalan, aturan dan penuntun kecuali satu saja. Hal ini disebabkan adanya niat yang kuat untuk menempuh sebuah tujuan dengan melewati satu jalan, satu kendaraan dan satu penunjuk jalan serta satu aturan saja, sehingga menetaplah pilihan hatinya pada satu pilihan.
3. Muthik
Muthik adalah seorang murid yang telah mengikatkan diri dengan kuat dalam thariqat. Thariqat telah menjadi jalan hidupnya, maka seluruh aktifitas yang dikerjakan adalah selaras dengan ketentuan yang ada dalam thariqat. Thariqat, penuntun, amalan dan aturan yang diambil adalah pilihan yang didasarkan atas kesadaran yang mendalam dari kata hati dan akal sehat. Apa yang dikerjakan adalah benar-benar timbul dari hasil rasa dan karsa yang murni dari dirinya, bukan karena adanya campur tangan dari luar. Jadi ketaatan seorang muthik adalah buah olah rasa yang mendalam dan pemikiran karsa yang lurus.
4. Mukhtar
Mukhtar adalah seorang muthik yang telah mengikatkan diri sepenuh jiwa raga dalam thariqat yang menjadi jalan hidup dan kehidupannya. Kebersamaannya dalam satu thariqat, satu penuntun, satu amalan dan satu aturan semata-mata didasarkan dari hasil cipta, rasa, karsa dan karya yang paripurna. Tujuan paripurnalah yang mengarahkan seluruh daya dan upaya seorang mukhtar mencapai kondisi dan situasi seperti itu. Hingga mengarahkan dan menjadikan seorang mukhtar meraih pencerahan yang sempurna dalam jalan hidup dan kehidupannya.
Warga yang ada dalam Thariqat Al Mahmudiyyah bukan menunjukkan adanya pembedaan atau perbedaan, namun lebih mengarah kepada peningkatan dan pencapaian seseorang yang menempuh jalan ruhani hingga mencapai derajat yang PARIPURNA yaitu mencapai INSAN KAMIL (manusia sempurna). Yang didalam Thariqat Al Mahmudiyyah lebih dikenal dengan sebutan AL MAHMUD (Manusia terpuji, baik dalam hati, kata dan perbuatan, baik dalam pandangan Allah maupun makhlukNya di dunia sampai akherat). Jenjang demi jenjang yang dilalui lebih menunjukkan perjalanan seseorang yang semakin dekat kepada tujuan, sehingga sampailah pada muara segala tujuan yaitu ALLAH SUBHANAHU WATA’ALLA.